Selamat Datang di Website Kecamatan Wongsorejo.. Salam Sukses... Semoga Hari Ini Lebih Baik dari hari Kemarin... by: Admin

Minggu, 13 Oktober 2013

Pulau Tabuhan

::: TABUHAN ISLAND ::: Kebun laut yang eksotis, terumbu karang yang memukau dan dihuni oleh ribuan spesies ikan, bunga karang, udang karang dan berbagai tumbuhan laut adalah menu utama yang di sajikan oleh keindahan Pulau Tabuhan. Ditambah lagi, dengan kejernihan airnya, Pulau Tabuhan sangat cocok untuk mereka yang gemar kegiatan maritim seperti scuba diving.
Selain para satwa laut dan biota laut, berbagai jenis satwa darat pun bisa hidup dengan nyaman di pulau ini. Seperti contoh, burung Maleo yang terkenal dari Pulau Seulawesi selalu bermigrasi di habitat pulau tabuhan.



Sorghum


::: SORGUM :::

Sorgum merupakan tanaman serealia potensial untuk dikembangkan untuk menunjang program ketahanan pangan dan agribisnis mengingat daya adaptasinya yang luas serta kebutuhan airnya rendah. 

Sorgum merupakan komoditas biji-bijian penting keempat setelah gandum, padi dan jagung. Sebagai bahan pangan, sorgum ditepungkan untuk bahan roti, kue serta bubur. Di Indonesia, sorgum dimasak untuk campuran beras, atau dikukus sebagai nasi sorgum. Potensi sorgum untuk industri pakan ternak (pengganti jagung) juga cukup tinggi. Dalam industri playwood dan kertas, sorgum berpotensi menggantikan terigu sebagai bahan perekat (lem). Namun selama ini penggunaan sorgum yang paling banyak adalah untuk industri minuman. Baik minuman tak beralkohol (softdrink), beralkohol rendah (bir) maupun beralkohol tinggi (wisky/arak). Selama ini popularitas sorgum di kalangan petani, tidak hanya kalah dibanding komoditas padi dan jagung, melainkan juga berada di bawah singkong, ubi jalar, bahkan juga keladi. Produktivitas sorgum rata-rata di tingkat petani kita hanya sekitar 1 ton per hektar per musim tanam. Hasil ini kalah dibanding padi yang rata-rata mencapai 4 ton per hektar dan jagung hibrida yang mampu berproduksi sampai 8 ton per hektar per musim tanam. Rata-rata umur panen sorgum mencapai 4 bulan semenjak tanam. Varietas keris dari Bangladesh yang genjah, umur panennya hanya 80 hari, lebih pendek dari umur jagung dan padi.
Foto oleh Alvi Asy Syauqy
Komoditas sorgum berasal dari benua afrika. Di sini sorgum dikenal dengan nama surgo, millet, durra dan kafir dengan varietas cokelat (merah) dan putih.  Komoditas ini mulai mendunia  sejak akhir tahun 1980an. Belanda membawa sorgum ke Indonesia tahun 1925. Di Jawa, sorgum dikenal dengan nama cantel, otek dan jagung cantrik. Meskipun sudah masuk ke Indonesia sejak jaman pemerintah kolonial, namun sorgum baru mulai berkembang baik sekitar tahun 1970an. Sebab, ketika tahun 1960an Indonesia kekurangan pangan (beras), maka pemerintah mulai agak serius mengembangkan komoditas ini. Hasilnya baru bisa kelihatan sekitar tahun 1970an, dengan dikenalnya varietas-varietas unggul. Baik yang berkulit cokelat maupun putih. Namun dengan membaiknya perekonomian Indonesia setelah tahun 1970an, maka komoditas sorgum kembali dilupakan. Budidayanya hanya dilakukan oleh masyarakat secara terbatas untuk kebutuhan sendiri. Perdagangan biji sorgum justru marak dengan berkembangnya hobi memelihara burung perkutut dan burung ocehan lainnya. Sorgum dan jewawut (Setaria italica) menjadi komoditas penting sebagai pakan burung piaraan. Namun lama-kelamaan masyarakat mulai menyadari, bahwa potensi sorgum sebagai komoditas pangan dan bahan industri sungguh sangat besar.
Foto oleh Alvi Asy Syauqy
Sorgum  (Sorghum bicolor, Andropogon sorghum, Holchus sorghum, dan Sorghum vulgare) termasuk keluarga rumput-rumputan seperti halnya padi, jagung, gandum dan tebu. Batang sorgum beruas-ruas mirip tebu, namun berukuran lebih kecil dengan diameter 2 cm. Tinggi tanaman varietas lama, bisa mencapai 2,5 m. Namun varietas-varietas baru yang lebih unggul, hanya bisa setinggi 1,5m. Daun sorgum berbentuk pita, mirip dengan daun jagung maupun daun tebu. Malai tumbuh pada ujung tanaman seperti halnya padi. Biji sorgum juga terdapat dalam kulit biji yang keras (sekam), lebih keras dari sekam padi. Sorgum bisa dibudidayakan di kawasan beriklim tropis, munson, sabana, gurun sampai ke kawasan sub tropis. Di Indonesia, sorgum bisa dikembangkan mulai dari dataran rendah sampai dengan ketinggian sekitar 700 m. dpl. Salah satu kelebihan sorgum dibanding dengan padi dan jagung adalah, ia tahan kekeringan. Hingga komoditas ini cocok untuk dikembangkan di kawasan pantura Jabar/Jateng, Jatim, Bali Utara, NTB, NTT dan Sulsel serta Sultra. Kawasan-kawasan tersebut selama ini dikenal dengan iklimnya  yang sangat kering.
Kendala utama pengembagan sorgum di masyarakat adalah, sulitnya mengolah malai dan gabah menjadi "beras sorgum". Upaya perontokan dan penumbukan secara tradisional, maupun dengan mesin penggiling padi, menghasilkan beras sorgum yang masih belum bersih dari kulit. Akibatnya, apabila dilakukan penepungan, kulit biji akan terikut. Mutu tepung demikian sangat jelek karena kalau dimasak akan menghasilkan rasa pahit atau sepet akibat masih terikutnya zat tanin pada kulit biji. Akhir-akhir ini sudah ditemukan varietas sorgum yang kulit bijinya mudah mengelupas, selain telah ditemukan pula teknologi penyosohan hingga bisa diperoleh mutu beras sorgum  yang lebih baik. Salah satu teknik penyosohan yang sekarang banyak digunakan petani adalah abrasive mill, yakni alat penyosoh biasa, namun silindernya berupa gerinda. Dengan teknik ini kulit ari biji sorgum yang terkenal keras dan kuat dapan dikikis hingga bisa diperoleh beras sorgum yang benr-benar bersih. Agar waktu proses penggilingan biji sorgum tidak hancur, maka tingkat kekeringan biji harus mencapai kadar air antara 10 sd. 12 %. Pada beras dan jagung, kadar air ini cukup antara 14 sd. 15 %.
Sorgum yang dikembangkan di Indonesia, umumnya tipe biji untuk bahan pangan manusia. Bukan untuk pakan ternak dan lem maupun untuk industri minuman. Sorgum biji sebagai bahan pangan manusia, masih bisa dibedakan menjadi tipe beras biasa (non waxy) dan tipe ketan (waxy). Dua tipe ini sama-sama dikembangkan masyarakat untuk tujuan bahan pangan. Pengembangan sorgum biji untuk bahan pangan ini, di satu pihak sangat positif sebab masyarakat telah mampu mengatasi ketergantungan mereka terhadap beras dan gandum (berupa mie dan roti). Namun di lain pihak, penanaman sorgum biji untuk bahan pangan ini cenderung memperkokoh pola pertanian subsisten. Artinya, para petani membudidayakan satu komoditas, karena mampu mengkonsumsi sendiri komoditas tersebut. Hingga hasil rata-rata hanya 1 ton per hektar per musim tanam seperti yang selama ini mereka alami pun, mereka terima dengan wajar. Padahal, dengan harga biji sorgum (gabah) di bawah harga jagung pipil, dengan hasil 1 ton per hektar per musim tanam, dengan biaya olah tanah dll. yang mirip dengan jagung, maka petani sangat dirugikan.
Foto oleh Alvi Asy syauqy
Sebab biaya olah lahan, benih, penanaman, pemanenan dan perontokan, pasti sudah di atas Rp 1.000.000,- per hektar per musim tanam. Dengan harga gabah sorgum sama dengan jagung pipil Rp 800,- per kg. pun, pendapatan kotor petani dari 1 ton hasil hanyalah Rp 800.000,- Hingga sebenarnya petani mengalami kerugian paling sedikit Rp 200.000,- per hektar per musim tanam. Meskipun secara finansial, sebenarnya mereka tidak mengalami kerugian apapun. Benih merupakan hasil panen terdahulu, tenaga kerja merupakan tenaga mereka sendiri dan hasilnya pun mereka konsumsi sendiri, minimal dipasarkan di lingkungan dekat mereka. Padahal, pola pengadaan pangan demikian secara ekonomis merugikan para petani tersebut, juga merugikan perekonomian nasional. Sebab dengan pola budidaya yang ada, dengan perubahan benih dan tambahan modal untuk pupuk, para petani tersebut dapat menghasilkan biji sorgum untuk substitusi gandum, industri pakan ternak, lem dan industri minuman.
Industri pakan ternak barangkali agak sulit untuk ditembus oleh sorgum. Sebab reputasi jagung dan tepung gaplek dalam penyediaan kalori dengan harga murah, sampai saat ini belum tertandingi oleh komoditas apapun. Namun industri lem yang menyerap tepung terigu cukup besar, bisa disusbtitusi oleh sorgum. Demikian pula dengan industri mie dan roti yang juga berpeluang untuk disubstitusi sorgum. Namun untuk itu petani dituntut menghasilkan tepung dengan kualitas baik dan kuantitasnya pun minimal 3 ton biji per hektar per musim tanam. Salah satu peluang yang sampai saat ini belum termanfatkan adalah budidaya sorgum untuk keperluan industri minuman. Baik soft drink yang non alkohol, minuman beralkohol ringan (bir) maupun minuman beralkohol tinggi (arak, wisky). Semua industri tersebut selama ini memanfaatkan biji-bijian, terutama barley dan millet. Namun di Afrika, benua tempat asal-usul sorgum, pembuatan minuman ringan, beralkohol rendah maupun tinggi berbahan sorgum sudah biasa dilakukan.         
Industri minuman ringan berbahan sorgum, umumnya hanya memanfaatkan tepung sorgum putih maupun merah yang dicampur air dan difermentasikan, tanpa membentuk alkohol. Minuman demikian aroma serta rasanya mirip dengan air tapai. Prinsipnya hanya mengubah karbohidrat menjadi gula melalui proses fermentasi. Minuman beralkohol ringan maupun berat, biasanya diproduksi dengan memfermentasikan tepung digabung dengan mengkecambahkan biji, mengeringkannya, dan menggiling hingga membentuk malt. Selanjutnya malt direndam dan dengan bantuan kapang yeast difermentasikan hingga membentuk alkohol. Biasanya fermentasi ini dilanjutkan dengan penggabungan hasil fermentasi malt dengan fermentasi tepung. Selama ini industri bir nasional kita, masih mengandalkan malt dan hops impor. Sementara industri minuman rakyat yang dijual di terminal, stasiun dan warung-warung, masih belum memanfaatkan teknologi fermentasi pembentuk gula maupun alkohol dengan cukup higienis.
Dengan pola pengembangan sorgum untuk keperluan substitusi gandum maupun industri minuman, maka proses pemiskinan petani tidak akan terus berkepanjangan. Sebab dengan membiarkan para petani tetap membudidayakan sorgum hanya untuk dikonsumsi sendiri, sebenarnya pemerintah dan kalangan terdidik Indonesia telah membiarkan proses pemiskinan petani itu terus berlanjut. Untuk itu memang diperlukan adanya kalangan enterpreuneur yang bersedia untuk berkorban masuk ke sektor agro, dengan perhitungan yang cermat agar resiko yang dihadapi menjadi minimal. Sorgum adalah komoditas yang telah ribuan tahun menghidupi rakyat Afrika. Sekarang AS, Australia dan negara-negara maju lainnya telah memanfaatkan komoditas biji-bijian ini untuk memakmurkan rakyat mereka. Kawasan-kawasan kering yang ada di Banyuwangi utara tepatnya di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo sudah mulai membudidayakan tanaman ini dan sudah berhasil mendapat dukungan langsung dari Mentri BUMN Dahlan Iskan.



Kripik Singkong

KRIPIK SINGKONG WONGSO ASIH

Proses Pemotongan Singkong


Telor Bebek

TELOR BEBEK

Telor Itik UKM Wongsorejo
Telur itik / bebek merupakan salah satu jenis makanan yang sangat populer karena selain harganya yang masih relatif terjangkau, rasanya pun menurut sebagian orang lebih lezat daripada telur ayam. Memang benar bahwa telur itik/bebek ini mengandung kolesterol dan lemak yang cukup tinggi. Namun, tidak semua nutrisi yang terkandung di dalam telur itik buruk bagi kesehatan.Manfaat telur itik cukup signifikan apabila kita mengkonsumsinya dengan diet yang sehat dan seimbang sebagai suplemen.

Kandungan gizi dalam satu telur bebek mentah dengan ukuran besar mengandung 9 g protein, yaitu sekitar 18 persen dari asupan protein yang dibutuhkan kebanyakan orang setiap hari. Tubuh kita memerlukan asupan protein dalam jumlah besar setiap setiap hari. Hal ini tidak terlepas dari peran protein yang merupakan komponen utama dari berbagai bagian tubuh Anda, termasuk kulit, otot dan organ. Protein terus-menerus digunakan untuk memperbaiki dan memelihara sel-sel, terutama pada masa kanak-kanak, saat hamil, atau setelah berolahraga.

Vitamin A
Manfaat telur itik lainnya adalah memiliki kandungan Vitamin A yang cukup tinggi. Satu butir telur bebek mentah ukuran besar diketahui mengandung sekitar 472 IU vitamin A, yang merupakan 9,4% dari asupan vitamin harian yang direkomendasikan. Menurut University of Maryland Medical Center, tubuh menggunakan vitamin A untuk membantu menjaga kesehatan mata Anda. Hal ini juga digunakan untuk fungsi lain seperti memerangi radikal bebas, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menjaga gigi dan tulang yang sehat.

Vitamin E
Telur bebek besar mentah mengandung 0,9 mg vitamin E, yaitu sekitar 3 persen dari kebutuhan vitamin E harian Anda yang disarankan . Vitamin E adalah antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas, seperti manfaat dari vitamin C. Menurut Medline Plus oleh National Institutes of Health, vitamin E juga berkontribusi terhadap pemeliharaan pencernaan dan sistem metabolisme, serta membantu tubuh Anda melawan infeksi dan penyakit.

Mineral
Telur itik juga merupakan sumber yang baik dari mineral yang berbeda yang dibutuhkan tubuh Anda. Sebagai contoh, salah satu telur mentah mengandung 154 mg fosfor yang merupakan 15,4 persen dari asupan harian Anda yang dianjurkan. Selain fosfor, manfaat telur itik juga menyumbangkan nutrisi berupa kalsium, kalium dan zat besi dalam jumlah yang cukup besar.

Ada banyak sekali manfaat telur itik yang dapat kita ambil terutama untuk menunjang kesehatan tubuh. Anda tidak perlu khawatir dengan tingkat kolesterol telur itik yang cukup tinggi selama mengkonsumsinya dengan jumlah yang wajar.

Hand Body Lotions Rumput Laut

HAND BODY LOTIONS RUMPUT LAUT

Hand Body Lotions Rumput Laut


Madu Lebah Randu

KHASIAT MADU RANDU

Madu randu atau madu kapuk adalah madu ternak yang dihasilkan dari lebah madu yang digembalakan diarea hutan randu. secara fisik madu randu berwarna coklat muda dan bening, rasa manis sedikit masam, jika dipanen pada musim panas maka kadar air dalam madu lebih sedikit dibanding saat musim hujan. Bagi sebagian orang yang sudah terbiasa minum madu randu akan merasakan bau aroma yang khas dari madu randu.
Secara khusus khasiat madu randu adalah sebagai berikut:
- Bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Meningkatkan nafsu makan dan memperlancar fungsi otak.
- Juga berkhasiat sebagai obat untuk sariawan.
- Menyembuhkan penyembuhan luka borok, menyehatkan liver.
- Meredakan demam, batuk, pilek, menghilangkan bau mulut.
Sangat baik dikonsumsi untuk anak balita.
Adapun secara umum manfaat madu randu adalah.
Madu asli mengandung bahan-bahan yang bisa membunuh bakteri , Kekuatan anti mikroba dari madu itu lebih kuat dari antibiotik yang dikenal saat ini. Madu juga bisa meyembuhkan diare kronis yang tidak mampu diatasi oleh,obat-obatan saat ini.
Menkonsumsi madu asli dalam rentang waktu tertentu juga akan menimbulkan efek kekebalan tubuh dan kebugaran.Membersihakan kotoran yang ada di usus pencernaan serta berguna bagi penderita batuk berdahak, para lansia,juga orang yang selera makannya rendah. Kandungan madu asli sangat beraneka ragam tergantung dari sumber nektar dimana lebah memperolehnya. Namun dari manapun nektarnya, madu asli merupakan sumber gizi yang sangat lengkap. Madu asli mengandung Vitamin-Mineral, Protein, Zat hidrat arang, Hormon, Antibiotik dan trace Elemen.Vitamin A,semua jenis vitamin B kompleks, beta caroten, Vitamin C,D,E dan K. Mineral dalam bentuk garam: Mg, S, Fe, Ca, Cl, K, Y, Na, Cu, dan Mn.

Marning Jagung

MARNING JAGUNG PEDAS MANIS


Orang mengkonsumsi zat gizi yang terkandung dalam pangan untuk memberikan energi kepada tubuh, mengatur proses-proses tubuh, untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringa tubuh.

Salah satu bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia khususnya oleh masyarakat Gorontalo adalah jagung. Seperti halnya makanan pokok lain, jagung juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Kandungan gizi jagung memiliki komposisi zat-zat makanan yang lebih komplet daripada beras, Dalam komposisi jagung, seluruh zat gizi utama bahan pangan yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air bisa diperoleh.

Dengan berbagai kandungan zat yang dimiliki jagung tersebut, tak mengherankan bila jagung juga dikenal sebagai bahan pangan yang cukup berkhasiat antara lain sebagai pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sistem syaraf, mencegah konstipasi, menurunkan risiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang, serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.

Untuk mengetahui kandungan gizi berbagai produk jagung dalam setiap 100gr bahan, kita dapat melihat pada tabel di bawah ini :

No
Kandungan Gizi
Banyaknya Kandungan Gizi
Jagung Segar Kuning
Jagung Kuning Pipilan Baru
Jagung Giling Kuning
Maizena
Tepung Jagung Kuning
1
Kalori
140
307
361
343
335
2
Protein
4.7
7.9
8.7
0.3
9.2
3
Lemak
1.3
3.4
4.5
0
3.9
4
Karbohidrat
33.1
63.6
72.4
85
73.7
5
Kalsium
6
9
9
20
10
6
Fosfor
118
148
380
30
256
7
Zat besi
0.7
2.1
4.6
1.5
2.4
8
Vitamin A
435
44
350
0
510
9
Vitamin B1
0.24
0.33
0.27
0
0.38
10
Vitamin C
8
0
0
0
0
11
Air
60
24
13.1
14
12
12
Bagian yang dapat dimakan
90
90
100
100
100

Di Wongsorejo jagung bisa digunakan untuk camilan yang dinamakan Marning, produk olahan UKM Wongsorejo ini sudah banyak pesanan baik dari masyarakat lokal maupun dari luar Wongsorejo bahkan sampai luar Kabupaten dan Provinsi, marning jagung biasa disajikan bersama kacang goreng yang dikenal dengan sebutan marning kacang. Silahkan mencoba resep ini. Berikut cara membuat marning jagung pedas manis.



Resep Bahan Marning Jagung Pedas Manis :
  • jagung marning 250 gram, siap pakai 
  • gula pasir 50 gram 
  • air 50 ml 
  • margarin 1 sendok makan 
Resep Bumbu Halus Marning Jagung Pedas Manis :
  • garam 1 sendok teh 
  • gula halus 2 sendok makan 
  • cabai merah 4 buah 
  • cabai rawit 3 buah 
  • bawang putih 2 siung 
Cara Membuat Marning Jagung Pedas Manis :
  • Panaskan margarin, tumis bumbu halus hingga harum. 
  • Masukkan gula dan air, masak hingga gula larut dan mengental. 
  • Masukkan jagung marning, aduk rata. Angkat. Sajikan. 
Untuk 400 gram
Selamat mencoba Resep Marning Jagung Pedas Manis